Jika
sebuah perusahaan mengalami peningkatan fenomena turnover yang tinggi, maka Perusahaan
itu perlu untuk dievaluasi lebih lanjut.
Hal-hal
seperti “mengapa perusahaan itu merekrut karyawan tersebut, jika ia pada
akhirnya tidak sesuai dengan harapan perusahaan?”,”kenapa karyawan ingin berpindah
pekerjaan atau meninggalkan pekerjaan?”,”apakah perusahaan tidak memberlakukan
karyawan secara tidak layak dan manusiawi?”,”atau apakah karyawan memiliki permasalahan
internal seperti alasan pribadi atau memiliki geografis (jarak dari rumah atau
transportasi) yang tidak tepat?”
Terlebih
lagi di era sekarang, di mana para pekerja baru rata-rata adalah kaum
millennial dan gen z yang terkenal karena terus-menerus berganti pekerjaan. Terutama
di zaman sekarang, di mana permintaan tenaga kerja dan Pendidikan tidak seimbang.
Maka
dari itu, sebuah perusahaan haruslah memiliki rencana untuk mengatasi tingginya
turnover karyawan. Sebagai tim HR, berikut adalah Langkah-langkah dan strategi
yang akan saya lakukan, beserta metrik/indicator untuk mengukur keberhasilannya
:
1.
Merekrut kandidat karyawan yang tepat
Perekrutan yang efektif adalah langkah
pertama dan paling penting untuk mencegah peningkatan turnover. Sebagai recruiter,
dalam memilih calon karyawan dibutuhkan kriteria yang jelas, mencakup
skill, keterampilan, perilaku dan kecocokan budaya. Lalu, dalam menseleksi juga
harus menggunakan berbagai metode, seperti wawancara, tes keterampilan, dan melakukan
psikotest untuk memilih kandidat yang terbaik. Terakhir adalah mengimplementasikan
Onboarding yang efektif melibatkan pengenalan terhadap struktur organisasi perusahaan,
visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan. Hal ini membatu karyawan baru untuk
beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya perusahaan.
Indikator/metrik
keberhasilan strategi retensi karyawan dalam
perekrutan kandidat:
-
Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tepat.
Kemudian, melihat persentase karyawan yang tetap bekerja setelah enam bulan atau
tujuh bulan bergabung.
-
Membuat survey kepuasan karyawan baru mengenai proses
onboarding mereka.
2.
Membangun budaya yang memiliki nilai positif
Budaya perusahaan yang positif dapat
membuat karyawan merasa dihargai dan termotivasi untuk bekerja lebih keras. “Bagaimana
cara membangun budaya positif?”, caranya adalah dengan melibatkan seluruh manager,
dan professional sdm untuk mempengaruhi, mengarahkan dan menjadi panutan bagi
karyawan. Terutama untuk para manager untuk berperilaku adil, taat pada
peraturan, dan tidak mendiskriminasi karyawan tertentu.
Indikator/metrik
keberhasilan strategi retensi karyawan dalam
Membangun budaya positif:
-
Membuat survey tentang tingkat
kepuasan karyawan terhadap budaya kerja.
-
Melihat hasil survey
keterlibatan para manager,
dan professional sdm sebagai panutan bagi karyawan.
3.
Mengembangkan bimbingan dan pelatihan karyawan secara berkelanjutan
Mengembangkan bimbingan dan
pelatihan awal bagi karyawan baru merupakan hal yang wajib dilakukan oleh
perusahaan agar karyawan baru dapat bekerja dengan lebih efisien dan efektif. Tidak
hanya karyawan baru, karyawan lama juga perlu dilakukan bimbingan dan pelatihan
lanjutan secara teratur untuk mengetahui dan memahami perkembangan yang terbaru
dalam perusahaan, baik itu berupa proyek dan sebagainya. Dengan membuat hal ini
karyawan akan merasa tertantang dan mempunyai keterlibatan lebih tinggi,
sehingga membuat kinerja menjadi lebih baik lagi, baik secara individu maupun
di dalam tim.
Indikator/metrik
keberhasilan strategi retensi karyawan dalam
Bimbingan dan Pelatihan kerja:
-
Membuat absensi dalam partisipasi pelatihan, sejauh mana persentase
karyawan yang berpartisipasi dalam program pelatihan.
-
Melihat hasil survey kepuasan karyawan terhadap program
pelatihan.
4.
Memberikan penghargaan kepada karyawan berupa tunjangan dan gathering
Memberikan penghargaan berupa
kompensasi yang sesuai dengan kinerja karyawan. Kemudian, mengadakan acara
gathering untuk membangun kebersamaan bersama karyawan, bisa berupa wisata atau
berkumpul dan makan bersama di sebuah restoran minimal satu tahun sekali.
Memberikan tunjangan atau bonus bagi karyawan yang lembur agar mereka bisa
semangat untuk menyelesaikan pekerjaannya.
Indikator/metrik
keberhasilan strategi retensi karyawan dalam
Tunjangan dan Gathering :
-
Membuat survey tentang tingkat kepuasan karyawan terhadap
gaji dan tunjangan mereka.
-
Melihat Tingkat partisipasi karyawan yang berpartisipasi
dalam kegiatan gathering.
5.
Mengatur tugas dan pekerjaan secara fleksibel
Fleksibilitas kerja dapat mengatasi
burnout pada karyawan. Memberikan opsi jam kerja yang fleksibel dan menyediakan
opsi kerja dari rumah (work from home), serta menyediakan waktu istirahat,
untuk menghindari burnout. Ketiganya dapat dilakukan untuk membantu karyawan
menikmati pekerjaan mereka dan mengurangi turnover karyawan.
Indikator/metrik
keberhasilan strategi retensi karyawan dalam
Mengatur fleksibilitas waktu:
-
Membuat survey tentang tingkat kepuasan karyawan terhadap jadwal
kerja mereka.
6.
Memperhatikan kondisi lingkungan kerja dengan baik
Lingkungan kerja yang baik, nyaman,
dan sehat dapat meningkatkan kinerja karyawan. Membangun komunikasi yang baik antara
karyawan dan tim. Merancang tempat kerja yang nyaman dengan memberikan
kebebasan pada karyawan untuk mengatur meja kerjanya. Menyediakan tempat kerja
yang bersih dan aman, serta sediakan juga fasilitas seperti area istirahat,
kantin, dan musholla. Terakhir adalah menyediakan asuransi kesehatan untuk
karyawan agar memastikan kesehatan dan keselamatan selama bekerja.
Indikator/metrik
keberhasilan strategi retensi karyawan dalam
Memperhatikan kondisi lingkungan kerja:
-
Membuat survey tentang tingkat kepuasan karyawan terhadap
lingkungan kerja mereka.
-
Mengevaluasi jumlah iniden kesehatan dan keselamatan karyawan
di lingkungan kerja.
7.
Membangun hubungan karyawan secara adil dan tidak diskriminatif
Menegakkan aturan tentang kebijakan
anti-diskriminasi dan anti-pelecehan pada seluruh pegawai perusahaan.
Memberikan kesetaraan pada semua karyawan untuk memperoleh peluang dalam
peningkatan jabatan dan pelatihan. Menyediakan keluhan bagi karyawan yang
menerima diskriminasi dengan adil dan transparan.
Indikator/metrik
keberhasilan strategi retensi karyawan dalam
hubungan karyawan:
-
Membuat survey tentang tingkat kepuasan karyawan terhadap
hubungan kerja mereka.
-
Mengevaluasi jumlah keluhan yang diajukan oleh karyawan.
8.
Memberikan fasilitas yang membuat karyawan menjadi betah
Fasilitas yang memadai dapat
mewujudkan kenyamanan karyawan di tempat kerja. Menyediakan fasilitas seperti
program konseling dan gym. Memberikan fasilitas permainan dan area bersantai
untuk membantu karyawan melepaskan stress dan mencegah burnout. Memberikan
karyawan tunjangan transportasi dan subsidi makan.
Indikator/metrik
keberhasilan strategi retensi karyawan dalam
fasilitas tambahan:
-
Membuat survey tentang tingkat kepuasan karyawan terhadap
fasilitas yang disediakan.
