> 8 CARA UNTUK MENGURANGI TURNOVER KARYAWAN BESERTA INDIKATOR/METRIK KEBERHASILAN STRATEGI RETENSI KARYAWAN

8 CARA UNTUK MENGURANGI TURNOVER KARYAWAN BESERTA INDIKATOR/METRIK KEBERHASILAN STRATEGI RETENSI KARYAWAN

0

 

Jika sebuah perusahaan mengalami peningkatan fenomena turnover yang tinggi, maka Perusahaan itu perlu untuk dievaluasi lebih lanjut.

 

Hal-hal seperti “mengapa perusahaan itu merekrut karyawan tersebut, jika ia pada akhirnya tidak sesuai dengan harapan perusahaan?”,”kenapa karyawan ingin berpindah pekerjaan atau meninggalkan pekerjaan?”,”apakah perusahaan tidak memberlakukan karyawan secara tidak layak dan manusiawi?”,”atau apakah karyawan memiliki permasalahan internal seperti alasan pribadi atau memiliki geografis (jarak dari rumah atau transportasi) yang tidak tepat?”

 

Terlebih lagi di era sekarang, di mana para pekerja baru rata-rata adalah kaum millennial dan gen z yang terkenal karena terus-menerus berganti pekerjaan. Terutama di zaman sekarang, di mana permintaan tenaga kerja dan Pendidikan tidak seimbang.

 

Maka dari itu, sebuah perusahaan haruslah memiliki rencana untuk mengatasi tingginya turnover karyawan. Sebagai tim HR, berikut adalah Langkah-langkah dan strategi yang akan saya lakukan, beserta metrik/indicator untuk mengukur keberhasilannya :

 

1. Merekrut kandidat karyawan yang tepat

            Perekrutan yang efektif adalah langkah pertama dan paling penting untuk mencegah peningkatan turnover. Sebagai recruiter, dalam memilih calon karyawan dibutuhkan kriteria yang jelas, mencakup skill, keterampilan, perilaku dan kecocokan budaya. Lalu, dalam menseleksi juga harus menggunakan berbagai metode, seperti wawancara, tes keterampilan, dan melakukan psikotest untuk memilih kandidat yang terbaik. Terakhir adalah mengimplementasikan Onboarding yang efektif melibatkan pengenalan terhadap struktur organisasi perusahaan, visi, misi, dan nilai-nilai perusahaan. Hal ini membatu karyawan baru untuk beradaptasi dengan lingkungan kerja dan budaya perusahaan.

Indikator/metrik keberhasilan strategi retensi karyawan dalam perekrutan kandidat:

-          Membuat Standar Operasional Prosedur (SOP) yang tepat. Kemudian, melihat persentase karyawan yang tetap bekerja setelah enam bulan atau tujuh bulan bergabung.

-          Membuat survey kepuasan karyawan baru mengenai proses onboarding mereka.

 

2. Membangun budaya yang memiliki nilai positif

            Budaya perusahaan yang positif dapat membuat karyawan merasa dihargai dan termotivasi untuk bekerja lebih keras. “Bagaimana cara membangun budaya positif?”, caranya adalah dengan melibatkan seluruh manager, dan professional sdm untuk mempengaruhi, mengarahkan dan menjadi panutan bagi karyawan. Terutama untuk para manager untuk berperilaku adil, taat pada peraturan, dan tidak mendiskriminasi karyawan tertentu.

Indikator/metrik keberhasilan strategi retensi karyawan dalam Membangun budaya positif:

-          Membuat survey tentang tingkat kepuasan karyawan terhadap budaya kerja.

-          Melihat hasil survey keterlibatan para manager, dan professional sdm sebagai panutan bagi karyawan.

 

3. Mengembangkan bimbingan dan pelatihan karyawan secara berkelanjutan

            Mengembangkan bimbingan dan pelatihan awal bagi karyawan baru merupakan hal yang wajib dilakukan oleh perusahaan agar karyawan baru dapat bekerja dengan lebih efisien dan efektif. Tidak hanya karyawan baru, karyawan lama juga perlu dilakukan bimbingan dan pelatihan lanjutan secara teratur untuk mengetahui dan memahami perkembangan yang terbaru dalam perusahaan, baik itu berupa proyek dan sebagainya. Dengan membuat hal ini karyawan akan merasa tertantang dan mempunyai keterlibatan lebih tinggi, sehingga membuat kinerja menjadi lebih baik lagi, baik secara individu maupun di dalam tim.

Indikator/metrik keberhasilan strategi retensi karyawan dalam Bimbingan dan Pelatihan kerja:

-          Membuat absensi dalam partisipasi pelatihan, sejauh mana persentase karyawan yang berpartisipasi dalam program pelatihan.

-          Melihat hasil survey kepuasan karyawan terhadap program pelatihan.

 

4. Memberikan penghargaan kepada karyawan berupa tunjangan dan gathering

            Memberikan penghargaan berupa kompensasi yang sesuai dengan kinerja karyawan. Kemudian, mengadakan acara gathering untuk membangun kebersamaan bersama karyawan, bisa berupa wisata atau berkumpul dan makan bersama di sebuah restoran minimal satu tahun sekali. Memberikan tunjangan atau bonus bagi karyawan yang lembur agar mereka bisa semangat untuk menyelesaikan pekerjaannya.

Indikator/metrik keberhasilan strategi retensi karyawan dalam Tunjangan dan Gathering :

-          Membuat survey tentang tingkat kepuasan karyawan terhadap gaji dan tunjangan mereka.

-          Melihat Tingkat partisipasi karyawan yang berpartisipasi dalam kegiatan gathering.

 

5. Mengatur tugas dan pekerjaan secara fleksibel

            Fleksibilitas kerja dapat mengatasi burnout pada karyawan. Memberikan opsi jam kerja yang fleksibel dan menyediakan opsi kerja dari rumah (work from home), serta menyediakan waktu istirahat, untuk menghindari burnout. Ketiganya dapat dilakukan untuk membantu karyawan menikmati pekerjaan mereka dan mengurangi turnover karyawan.

Indikator/metrik keberhasilan strategi retensi karyawan dalam Mengatur fleksibilitas waktu:

-          Membuat survey tentang tingkat kepuasan karyawan terhadap jadwal kerja mereka.

 

6. Memperhatikan kondisi lingkungan kerja dengan baik

            Lingkungan kerja yang baik, nyaman, dan sehat dapat meningkatkan kinerja karyawan. Membangun komunikasi yang baik antara karyawan dan tim. Merancang tempat kerja yang nyaman dengan memberikan kebebasan pada karyawan untuk mengatur meja kerjanya. Menyediakan tempat kerja yang bersih dan aman, serta sediakan juga fasilitas seperti area istirahat, kantin, dan musholla. Terakhir adalah menyediakan asuransi kesehatan untuk karyawan agar memastikan kesehatan dan keselamatan selama bekerja.

Indikator/metrik keberhasilan strategi retensi karyawan dalam Memperhatikan kondisi lingkungan kerja:

-          Membuat survey tentang tingkat kepuasan karyawan terhadap lingkungan kerja mereka.

-          Mengevaluasi jumlah iniden kesehatan dan keselamatan karyawan di lingkungan kerja.

 

7. Membangun hubungan karyawan secara adil dan tidak diskriminatif

            Menegakkan aturan tentang kebijakan anti-diskriminasi dan anti-pelecehan pada seluruh pegawai perusahaan. Memberikan kesetaraan pada semua karyawan untuk memperoleh peluang dalam peningkatan jabatan dan pelatihan. Menyediakan keluhan bagi karyawan yang menerima diskriminasi dengan adil dan transparan.

Indikator/metrik keberhasilan strategi retensi karyawan dalam hubungan karyawan:

-          Membuat survey tentang tingkat kepuasan karyawan terhadap hubungan kerja mereka.

-          Mengevaluasi jumlah keluhan yang diajukan oleh karyawan.

 

8. Memberikan fasilitas yang membuat karyawan menjadi betah

            Fasilitas yang memadai dapat mewujudkan kenyamanan karyawan di tempat kerja. Menyediakan fasilitas seperti program konseling dan gym. Memberikan fasilitas permainan dan area bersantai untuk membantu karyawan melepaskan stress dan mencegah burnout. Memberikan karyawan tunjangan transportasi dan subsidi makan.

Indikator/metrik keberhasilan strategi retensi karyawan dalam fasilitas tambahan:

-          Membuat survey tentang tingkat kepuasan karyawan terhadap fasilitas yang disediakan.

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)