> PERKEMBANGAN 1 PENGANTAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

PERKEMBANGAN 1 PENGANTAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN

0

 BAB 1 PENGANTAR PSIKOLOGI PERKEMBANGAN




1. Perspektif Masa Hidup

PENGERTIAN PSIKOLOGI PERKEMBANGAN


    Adalah pola pergerakan atau perubahan yang dimulai sejak masa pembuahan yang dimulai sejak masa pembuahan dan terus berlangsung selama hidup manusia.
    Jadi artinya psikologi perkembangan adalah ilmu yang mempelajari perubahan psikologis seperti fikiran, perilaku, dan emosi dari sepanjang mereka dilahirkan sampai tutupnya usia orang tersebut.

 

KARAKTERISTIK DARI PERSPEKTIF MASA HIDUP

    
    Pendekatan masa hidup (life-span approach) meny,atakan pentingnya perubahan perkembangan yang berlangsung dimasa dewasa maupun dimasa anak-anak.
    Perspektif masa hidup (life-span perspective) menurut Paul Baltes adalah perkembangan manusia berlangsung seumur hidup, multidimensi, multiarah, plastis, multidisiplin, dan konteksetual, dan merupakan proses yang melibatkan pertumbuhan, pemeliharaan, dan regulasi terhadap penurunan. 
    Menurut Baltes, bahwa penting untuk memahami bahwa perkembangan dibangun melalui kerja sama faktor-faktor biologis, sosiokultural, dan individual.

Lalu apa saja karakteristik pada masa hidup, Berikut adalah pembahasannya :


1. PERKEMBANGAN MANUSIA BERLANGSUNG SEPANJANG HIDUP


    Perspektif masa hidup berlangsung selama manusia itu hidup yaitu pada masa saat kita pertama dilahirkan menuju akhir masa hidup manusia.

2.  PERKEMBANGAN MANUSIA BERSIFAT MULTIDIMENSIONAL


    Artinya manusia mempunyai sifat yang selalu berubah-ubah baik itu secara emosi, prinsip, idealisme, pikiran, relasi, dll.

3. PERKEMBANGAN MANUSIA BERSIFAT MULTIARAH


    Artinya perkembangan ini mengacu kepada kemampuan manusia untuk berkembang dan memaksimalkan potensi yang dimilikinya untuk berubah menjadi lebih baik lagi, hal itu bisa dilalui dengan belajar dan pengalaman semasa hidup.


4. PERKEMBANGAN MANUSIA BERSIFAT PLASTIS


    Artinya Kapasitas kita untuk berubah atau Potensi Maksimal yang sudah kita raih dan potensi itu tidak bisa berkembang kembali.


5. ILMU PERKEMBANGAN BERSIFAT MULTIDISIPLIN


    Artinya bahwa para ahli seperti psikolog, sosiolog, antropolog, ahli saraf, peneliti, dll, tertarik untuk mengungkap misteri perkembangan yang berlangsung selama semasa hidup.


6. PERKEMBANGAN MANUSIA BERSIFAT KONTEKSTUAL


    Artinya semua perkembangan manusia berlangsung dengan konteks atau setting. Konteks bisa mencangkup dengan lingkungan sekitar dan setting bisa dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti ekonomi, sosial, budaya, dll. 
    Jadi konteks disini adalah makhluk hidup yang sedang berubah di dalam dunia yang juga sedang berubah. dan hal ini bisa dipengaruhi oleh setting seperti faktor ekonomi, dll.


    Sebagai akibat dari perubahan ini, konteks memiliki tiga tipe pengaruh sebagai berikut :

    1. Pengaruh normatif berdasarkan usia
        Adalah pengaruh yang serupa untuk anggota kelompok usia tertentu. artinya pengaruh ini bisa mencangkup proses-proses biologis seperti pubertas dan monopause. hal ini juga bisa menyangkut proses-proses sosio budaya dan lingkungan pendidikannya.

    2. Pengaruh normatif berdasarkan sejarah
        Adalah pengaruh yang umum untuk suatu generasi akibat kondisi sejarah. jadi menjadi suatu hal yang umum untuk suatu generasi akibat fakta sejarah. contohnya perang dunia 1 dan 2.

    3. Pengaruh hidup yang bersifat nonmartif
        Adalah Peristiwa-peristiwa luar biasa yang mempunyai pengaruh besar terhadap kehidupan individu. artinya setiap peristiwa pastinya mempunyai pengaruh terhadap kehidupan seseorang. seperti peristiwa kematian orang tua dimasa kecil. 



7. PERKEMBANGAN MANUSIA MELIBATKAN PERTUMBUHAN, PEMELIHARAAN, DAN REGULASI TERHADAP KEHILANGAN


    Ketika individu memasuki masa dewasa menengah dan akhir, pemeliharaan dan regulasi terhadap menurunnya sejumlah kemampuan menjadi lebih penting. artinya ketika seseorang sudah memasuki masa dewasa menengah dan akhir, maka kemampuan kognitifnya akan mulai menurun seiring berjalannya waktu.


8. PERKEMBANGAN MANUSIA MERUPAKAN KONSTRUKSI BERSAMA DARI FAKTOR BIOLOGI, BUDAYA, DAN INDIVIDU

    Perkembangan merupakan konstruksi bersama dari faktor-faktor biologis, budaya, dan individual
    

BEBERAPA PERSOALAN KONTEMPORER


    1. Kesehatan dan kesejahteraan   

        Kesehatan dan kesejahteraan merujuk pada kondisi fisik, mental, dan sosial yang baik dari individu dan masyarakat.


    2. Pengasuhan dan pendidikan

        Pengasuhan dan pendidikan adalah persoalan kontemporer yang melibatkan proses dan praktik dalam mengasuh dan mendidik anak-anak.


    3. Konteks dan Keragaman SosioBudaya

        Konteks disini adalah seperti kesehatan, pengasuhan orang tua, dan pendidikan dan semua hal itu berkembang dengan dibentuk dari konteks sosial budaya.

        Konteks ini mempunyai 4 konsep yang bermanfaat yaitu : budaya, etnisitas, status sosioekonomi, dan gender.


        1. BUDAYA


            Merujuk kepada timgkah laku, keyakinan dari generasi seblumnya dan diwariskan kepada generasi selanjutanya. Studi lintas budaya atau cross-cultural studies adalah penelitian yang membandingkan aspek-aspek dari dua atau lebih budaya yang berbeda. Dalam studi ini, para peneliti mempelajari bagaimana budaya-budaya tersebut mempengaruhi perkembangan manusia dan apakah ada kesamaan atau perbedaan dalam perkembangan tersebut di antara budaya-budaya yang berbeda.

        2. Etnisitas (ethnicity) 


            Merujuk pada identitas kelompok manusia yang didasarkan pada faktor-faktor seperti warisan budaya, bahasa, asal-usul geografis, tradisi, dan sejarah bersama. Etnisitas sering kali melibatkan anggota kelompok yang memiliki ciri-ciri dan nilai-nilai yang sama atau serupa. 


        3. STATUS SOSIOEKONOMI 

            
            Status sosioekonomi (socioeconomic status atau SES) merujuk pada posisi sosial dan ekonomi seseorang dalam masyarakat. Status sosioekonomi mencakup faktor-faktor seperti pendapatan, pekerjaan, pendidikan, dan akses terhadap sumber daya ekonomi dan sosial.



       4. GENDER


            Adalah karakteristik seseorang sebagai pria atau wanita



KEBIJAKAN SOSIAL

    Adalah serangkaian tindakan pemerintah yang dirancang untuk meningkatkan kesejahteraan warganya.
Contoh :
Program kesejahteraan sosial, pendidikan gratis atau subsidi, program pekerjaan dan pelatihan, kebijakan kesehatan universal, perumahan terjangkau, dan perlindungan lingkungan.





2. Sifat-Sifat Perkembangan



PROSES BIOLOGIS, KOGNITIF, DAN SOSIOEMOSI


    1. PROSES BIOLOGIS, Perubahan yang berkaitan dengan sifat dasar fisik individu. Gen-gen yang diwariskan dari orang tua, perkembangan otak, dan berat tubuh.

    2. PROSES KOGNITIF, Perubahan pemikiran, Intelegensi, dan bahasa dari individu.

    3. PROSES SOSIOEMOSI, Perubahan dalam relasi individu dengan orang lain, perubahan emosi, dan perubahan kepribadian.


    Proses biologis, kognitif, dan sosioemosi saling berhubungan dalam perkembangan manusia. Proses biologis berkaitan dengan aspek fisik dan fisiologis seperti pertumbuhan tubuh dan perubahan hormon. Proses kognitif melibatkan kemampuan berpikir, belajar, dan memori. Proses sosioemosi terkait dengan interaksi sosial dan perkembangan emosi.


 


PERIODE-PERIODE PERKEMBANGAN


    PRA KELAHIRAN => BAYI => MASA KANAK-KANAK AWAL => MASA KANAK-KANAK PERTENGAHAN DAN AKHIR => MASA REMAJA => MASA DEWASA AWAL => MASA DEWASA MENENGAH => MASA DEWASA AKHIR



Rangkaian tahapan perkembangan manusia yang disebutkan dapat dijelaskan sebagai berikut:


1. Pra Kelahiran: 


    Tahap ini mencakup perkembangan janin dalam kandungan sebelum lahir.



2. Bayi: 


    Tahap ini dimulai dari saat kelahiran hingga sekitar usia 2 tahun. Bayi mengalami perkembangan fisik yang pesat, belajar mengendalikan gerakan tubuh, berinteraksi dengan lingkungan, dan mengembangkan kemampuan sensorik seperti penglihatan, pendengaran, dan sentuhan.



3. Masa Kanak-Kanak Awal: 


    Tahap ini berkisar antara usia 2 hingga 6 tahun. Pada tahap ini, anak-anak mulai mengembangkan keterampilan motorik halus dan kasar, bahasa, berpikir logis dasar, dan sosialisasi awal dengan teman sebaya.



4. Masa Kanak-Kanak Pertengahan dan Akhir: 


    Tahap ini berlangsung dari usia 6 hingga 12 tahun. Anak-anak mengalami peningkatan kemampuan kognitif, bahasa, dan keterampilan sosial. Mereka mulai mengembangkan pemahaman yang lebih kompleks, memperluas lingkup pergaulan, dan mengasah keterampilan akademik.



5.  Masa Remaja: 


    Tahap ini dimulai pada usia 12 hingga 18 tahun. Remaja mengalami perubahan fisik, emosional, dan sosial yang signifikan. Mereka mulai menjalani identitas pribadi, mengembangkan hubungan sosial yang lebih kompleks, dan menghadapi tantangan dalam menentukan masa depan mereka.



6. Masa Dewasa Awal: 


    Tahap ini mencakup usia 18 hingga 40 tahun. Pada tahap ini, individu memasuki dunia kerja atau pendidikan yang lebih lanjut, menjalani kemandirian finansial dan pribadi, serta menjalin hubungan intim dan membangun keluarga.



7. Masa Dewasa Menengah: 


    Tahap ini berkisar antara usia 40 hingga 65 tahun. Orang dewasa pada tahap ini menghadapi tugas perkembangan seperti menyeimbangkan karir dan keluarga, menjaga kesehatan, dan mempersiapkan diri untuk masa pensiun.



8. Masa Dewasa Akhir: 


    Tahap ini dimulai setelah usia 65 tahun. Pada tahap ini, orang mengalami penurunan fisik dan kesehatan yang terkait dengan penuaan. Mereka juga menghadapi tantangan dalam mencapai kepuasan hidup, menghadapi kematian, dan merenungkan makna hidup.
    








    

Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)