> STATISTIKA 3 TEKNIK SAMPLING

STATISTIKA 3 TEKNIK SAMPLING

0

 BAB 3 TEKNIK SAMPLING


    Setelah kita membahas variabel, populasi, dan sampel. selanjutnya kita akan membahasa mengenai teknik sampling.



=> Teknik Sampling

    Adalah metode yang digunakan untuk mengambil sampel secara acak atau sistematis dari populasi atau kelompok tertentu untuk tujuan penelitian atau analisis.

    
Teknik sampling ada 2 yaitu : 

1. Probability Sampling, Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel dengan memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel disebut probability sampling atau teknik pengambilan sampel acak.


2. NonProbability Sampling,

=> Probability Sampling

    Teknik yang digunakan untuk menentukan sampel dengan memberikan peluang yang sama bagi setiap anggota populasi untuk dipilih menjadi anggota sampel disebut probability sampling atau teknik pengambilan sampel acak.


-- Simpel Random Sampling

    Semua anggota populasi dipilih secara acak tanpa memperhatikan kelompok atau kategori tertentu. Teknik pengambilan ini dilakukan dengan cara undian, lotre, dan tabel angka random.


Contoh :


Misalkan kita ingin menentukan tinggi badan rata-rata dari seluruh mahasiswa di sebuah universitas, dengan menggunakan simple random sample. Populasi kita adalah seluruh mahasiswa di universitas tersebut, yang berjumlah 1000 orang.

 

Langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

 

Menentukan ukuran sampel yang diinginkan, misalnya 100 orang.

Menghasilkan daftar seluruh mahasiswa di universitas tersebut.

Memilih 100 orang secara acak dari daftar tersebut, dengan menggunakan metode acak, seperti menggunakan bilangan acak atau tabel bilangan acak.

Tabel berikut adalah contoh hasil pengambilan sampel dengan simple random sample dari populasi 1000 mahasiswa di universitas tersebut dengan ukuran sampel 100 orang:

No.

Nama Mahasiswa

Tinggi Badan (cm)

1

Ani

162

2

Budi

170

3

Cici

168

4

Dodi

175

5

Eka

163

100

Yuli

172

 

Dalam contoh ini, kita telah memilih secara acak 100 mahasiswa dari populasi 1000 mahasiswa di universitas tersebut. Kita dapat menggunakan data ini untuk menghitung tinggi badan rata-rata dari sampel, dan kemudian menggeneralisasi hasil tersebut ke seluruh populasi.


-- Proportional Sampling

    Teknik pengambilan sampel yang memilih sejumlah anggota sampel secara proporsional dengan ukuran setiap strata dalam populasi. Sampling ini bisa dilakukan jika anggota populasinya heterogen (tidak sejenis).


Contoh :


Misalkan kita ingin mengambil sampel dari populasi siswa SMA yang terdiri dari tiga kelas dengan jumlah masing-masing kelas 100, 150, dan 200 siswa. Kita ingin mengambil sampel sebanyak 50 siswa.

Dalam melakukan proportional sampling, kita perlu memperhatikan proporsi jumlah setiap kelas dalam populasi. Dari data di atas, dapat dihitung bahwa proporsi ukuran kelas pertama, kedua, dan ketiga adalah 0,25, 0,375, dan 0,5.

Kita dapat mengambil sampel sebanyak 50 siswa dengan memperhatikan proporsi setiap kelas. Oleh karena itu, kita akan memilih 12,5% dari jumlah sampel (yaitu 6 siswa) dari kelas pertama, 18,75% (yaitu 9 siswa) dari kelas kedua, dan 25% (yaitu 12 siswa) dari kelas ketiga.

Sehingga, total sampel yang kita ambil dari masing-masing kelas adalah 6 + 9 + 12 = 27 siswa. Selanjutnya, kita dapat memilih siswa secara acak dari setiap kelas untuk diambil menjadi anggota sampel. Dengan menggunakan proportional sampling, kita dapat memperoleh sampel yang mewakili populasi dengan baik dan memperhatikan proporsi setiap kelas dalam populasi.


-- Stratified Sampling

    Populasi dibagi menjadi kelompok-kelompok yang homogen atau seragam berdasarkan karakteristik tertentu, seperti usia atau jenis kelamin, dan kemudian anggota sampel dipilih secara acak dari setiap kelompok.





































Posting Komentar

0Komentar
Posting Komentar (0)